Sabtu, 17 Februari 2018

MENYOROTI PERBANDINGAN KETA'ATAN ANTAR MANUSIA DAN BINATANG





MENYOROTI SURAH AL 'ADIAT

MERUPAKAN PERBANDINGAN ANTARA MANUSIA DAN BINATANG

KONSEPSI PERBANDINGAN KETAATAN BINATANG KEPADA TUANNYA DAN MANUSIA KEPADA TUHANNYA. 

hsndwsp

Acheh - Sumatra
Di
Ujung Dunia




Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan (nafasnya) yang terengah-engah, (QS. 100:1) dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), (QS. 100:2) dan kuda yang menye rang dengan tiba-tiba di waktu subuh, (QS. 100:3) maka ia menerbangkan debu, (QS. 100:4) dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, (QS. 100:5) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (QS. 100:6) dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, (QS. 100:7) dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta (QS. 100:8) Maka apakah dia tidak mengetahui apa bila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, (QS. 100:9) dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada?, (QS. 100:10) Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka. (QS. 100:11)


Dalam surah Al 'Adiat ini Allah bersumpah dengan kuda bah wa sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih terhadap Tuhannya. Justru itu marilah kita kaji kenapa sampai Allah sendiri menyatakan bahwa sesungguhnya manu sia itu ingkar, tidak berterima kasih kepadaNya dan bakhil.

Ada dua jenis makhluk yang dapat kita buat perbandingan dari surah Al 'Adiat ini yaitu antara binatang dan manusia. Bina tang disini diwakili kuda. Kuda adalah binatang yang konon dulunya (ketika surah ini diturun kan) di gunakan manusia seba gai kenderaan dalam berperang, satu-satunya sebagai pasu kan kavalerinya. Kuda itu tidak mengharapkan banyak pada tuannya kecuali segumpal rumput. Kendatipun demikian kuda memiliki kepatuhan luarbiasa kepada tuannya. Lihatlah ketika tuannya membangunkannya di waktu pagi-pagi benar, dia tidak pernah memberitahukan tuannya bahwa dia belum cu kup tidur, dia tidak pernah menanyakan pada tuannya apa bila dia dibawa untuk bertempur, dia tidak pernah menanya kan pada tuannya bila dia mati berada dalam pertempuran itu. Dalam hal ini bukanlah disebabkan dia tidak dapat berbi cara. Buktinya, dia langsung bangun ketika tuannya memba ngunkannya walau pagi-pagi benar sekalipun. Kenapa? Demi mengharapkan segumpal rumput sebagai makanan dalam hidupnya.

Lihatlah bagaimana kencangnya kuda berlari sampai-sampai nafasnya terengah-engah, bagaimana kencangnya kuda ber lari sampai mencetuskan api dari pukulan kuku kakinya, bagai mana beraninya kuda menyerang dengan tiba-tiba di waktu subuh, bagaimana dia lari sampai menerbangkan debu, lalu masuk ke tengah-tengah perkumpulan musuh.

Namun lihatlah kebanyakan manusia yang banyak sekali menggantungkan harapannya pada Allah, Tuhan mereka. Manusia mengharapkan kemerdekaan sebagaimana bangsa Acheh Sumatra, bangsa Chechenia, bangsa Bosnia, bangsa Palestina dan bangsa-bangsa lainnya. Manusia mengharap kan ketentraman, kese hatan, keadilan, kesenangan dan sebagainya. Namun lihatlah ketika manusia dibangunkan Allah, Tuhan nya di waktu pagi-pagi benar untuk Shalat Subuhk yang hanya menghabiskan waktu lebih-kurang 15 menit, kebanyakan dari mereka lebih senang menikmati tidur nya.

Islam kaffah tidak hanya Shalat, namun andaikata shalatnya saja tidak digubris, sirnalah imannya kendatipun di depan manusia berkaok-kaok bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman, seba liknya Allah menyatakan mereka tidak beriman (Q.S, 2: 8 -20). Sementara sebahagian manusia sangat peduli tentang shalatnya, namun mereka mengabai kan "hablum minannasnya". Hablum minannas bukan lah sebatas baik hubungannya saat shalat berjamaah, apa artinya sementara saudara kita merintih di gubuk-gubuk derita. Shalat, puasa, zakat naik Haji dan latin-lain sebagainya tak ada arti sama sekali kalau Aqidahnya sudah sirna, kalau pedoman hidupnya bukan Al-Qur-an, kalau tidak mendam bakan agar berlakunya hukum Allah dipermukaan bumi Allah ini. Untuk apa? Untuk membebaskan kaum dhu'afa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka (Q.S,7:157)

Pembaca yang mulia !Andaikata kita melihat seseorang yang menunggang kuda namun orang tersebut tidak sanggup bangun pagi-pagi benar untuk memenuhi perintah Tuhannya, yakinlah bahwa derajat orang tersebut dibawah kuda kendatipun dia duduk diatas kuda. Maafkan saya. Ini bukan fatwa saya sebagaimana ada orang dimilis ini yang menuduh saya mendahului Allah. Bagi orang-orang yang mampu befikir pasti memahami bahwa orang-orang yang benar-benar beriman senantiasa berpedoman pada pernyataan Allah sendiri, bukan fatwa manusia. Sebaliknya bagi orang-orang yang tidak mampu berfikir sebaiknya belajar pada orang-orang yang mampu, bukan sekedar melambungkan banta han yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya.

Billahi fi sabililhaq

hsndwsp

di  Ujung Dunia



HORSE OF BLOW API that sparked her toenails

HIGHLIGHTS Surah Al 'ADIAT

IS COMPARISON BETWEEN MAN AND ANIMALS
hsndwsp
Acheh - Sumatra

HIGHLIGHTS Surah Al 'ADIAT

CONCEPTION OF C
OMPARISON OF COMPLIANCE AND HUMAN ANIMAL his master to his Lord.


Bismillaahirrahmaanirrahiim.
For the sake of a war horse who raced with (breath) panting, (QS. 100: 1) and the horse that sparked the fire with punches (hooves), (QS. 100: 2) and the horse bears a rang suddenly at dawn, (QS. 100: 3) then he flew dust, (QS. 100: 4) and stormed into the middle set of enemies, (QS. 100: 5) man is indeed broken ungrateful to his Lord, (Qur'an, 100: 6), and in fact he is a witness (alone) keingkarannya, (QS. 100: 7) and indeed he was griping because of his love for treasure (QS. 100: 8) so if he did not know anything when raised what was in the tomb, (QS. 100: 9) and was born what is in the chest ?, (QS. 100: 10) Verily their Lord on that day Knowledgeable their circumstances. (Qur'an, 100: 11)

In Surah Al 'Adiat is Allah swears by the horse that the real man is ingrate, ungrateful to his Lord. Instead, let us examine why until God himself stated that the real man is broken, do not thank him and griping.

There are two types of creatures we can make a comparison of Surah Al 'Adiat this is between animals and humans. Equine animals are represented here. Horses are animals that supposedly once (when this surah been copied right) in human use as a vehicle in the war, only as cavalry. The horse was not expecting much to his master but a lump of grass. Nevertheless horse has remarkable adherence to his master. Look at the time when his master woke him early in the morning, he never told his master that he is not getting enough sleep, he never asked his master when he was brought in to fight, he never asked his master when he died were in the battle. In this case not because she could not speak. The proof, he immediately woke up when his master woke him early in the morning even though. Why? Demi expect se blocky grass as food in his life.


Look at how the hardness of a galloping horse to the point of gasping for breath, how the hardness of a galloping horse to spark the fire of punches toenail, how dare horse attack suddenly at dawn, how he ran up to blow away the dust, and into the middle bevy of enemies.

But look at the majority of people that a lot of pinning their hopes on God, their Lord. Humans expect independence as a nation of Acheh Sumatra, Chechenia nation, the nation of Bosnia, the Palestinian nation and other nations. Humans expect tranquility, health-Mo, justice, pleasure and so on. But look at when people were woken Allah, his Lord at a time early in the morning for prayers Subukh who just spent more or less 15 minutes, most of them prefer to enjoy their sleep.

Islam kaffah not only prayer, but suppose prayer alone is not heeded, it will cease in spite of his faith before men berkaok-caw that they are people who believe, contrary seba Allah stated they did not believe (Q.S, 2: 8 -20). While human sebahagian very concerned about his prayer, but they ignore the "hablum minannasnya". Hablum hablum fact not merely a good relationship when the prayers, what is our brother while groaning in pain shacks. Prayer, fasting, zakat Hajj and latin-so there is no sense at all that creed was already gone, if not his life guidelines Al-Qur-an, if not crave to enactment of the law of God God's earth's surface. What for? To liberate people from the shackles that afflicts Dhu'afa-neck scruff of their (Q.S, 7: 157)

Readers glorious! If we see someone on a horse, but the person is not able to get up early in the morning to meet God's instructions, rest assured that the degree they are under the horse even though he was sitting on a horse. Forgive me. This is not a fatwa me as there are people who accuse me of this dimilis ahead of God. For people who are able befikir certainly understand that people who are true believers always be guided by God's own statement, not a fatwa humans. In contrast to those who are not able to think should be studied in people who are able, not just toss denial that does not comply with the state itself.

Billahi fi sabililhaq

hsndwsp



at the End of the World

Jumat, 16 Februari 2018

SAAT KITA BERADA DALAM QUBUR ADA BEBERAPA PERTANYAAN YANG SANGAT MENENTUKAN DIANTARANYA MAN IMAMUKA?





KOMKUNITAS MANAKAH SATU-SATUNYA YANG

 HAQ DI SISI ALLAH?

ISLAM YANG RAHMATAN LIL ‘ALAMIN 

BERSAUDARA

SESAMA KAUM MUSLIMIN

SEBAGAI SAUDARA SEIMAN DAN SEAGAMA DAN

BERSAUDARA JUGA DENGAN NON MUSLIM

SEBAGAI SAUDARA KEMANUSIAAN


hsndswsp

di

Ujung Dunia



Realitanya RII dan Hizbullah Libanon bersatu dengan Rusia, Cina dan Amerika Latin. Bukannya agama yang dipersatukan tetapi pemeluk agamanya. Soal agama fokus pada firman Allah: “Lakum diinukum waliadin”

Realitanya dari dulu hingga kini bermacam agama muncul di permukaan bumi ini. Agama dari Allah swt tentu adalah Agama Islam sejak dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saww. (Innad Diina ‘indallahil Islam), sesung guhnya agama disisi Allah adalah Islam. Agama Islam pertama sekali dirusak oleh anak Nabi Adam sendiri yaitu Qabil yang menolak peraturan/hukum perkawinan dimana Habil dijodohkan dengan Iklima dan Qabil dengan Labuda

Adam mengadu kepada Allah bahwa Qabil tidak menerima hukum perka winan. Lalu Allah memerintahkan kepada keduanya untuk berqurban. Untuk ini Habil menyerahkan Kibas/kambing besar dari hasil peternakannya yang terbaik sedang kan Qabil menyerahkan gandum layu dari hasil pertaniannya. Disini kita mendapat info bahwa perbedaan antara keduanya hanya pada pekerjaannya dimana Habil seorang pengembala dan Qabil sebagai petani. Allah hanya menerima qurban dari Habil yang diserahkan secara sukarela sedangkan qurban Qabil ditolak disebabkan diserahkan secara tidak rela /tidak ikhlas. Ketentuan Allah hanya yang diterima qurbannyalah yang berhak kawin dengan Iklima. Padahal antara Iklima dan Labuda tidak jauh perbedaan kecantikannya namun Qabil kedua kalinya melawan ketentuan Allah. Untuk menggapai keinginannya Qabil tega membunuh Habil.

Pertumpahan darah pertama sekali dilakukan oleh anak Adam sendiri yang secara filosofis disebut bahwa Dunia diawali dengan pertumpahan darah, penolakan hukum Tuhan dan kezaliman. Secara symbolik manusia terbelah dua, manusia kutub Habil dan manusia kutub Qabil. Paska kematian Habil dan orangtuanya, agama Islam dirusak oleh Qabil, namanya masih agama Islam tetapi substantifnya tidak lagi islami. Demikianlah yang kita saksikan dewasa ini bahwa dari agama versi Qabil terpecah lagi hingga ada agama Hindu, Budha, Kofucu dan beraneka ragam aminisme lainnya. Justeru itulah Allah memunculkan Rasul-RasulNya silih berganti dan senantiasa dilawan oleh manusia-manusia kutub Qabil.

MenarIk sekali bahwa sebahagian para pemuka agama dan bahkan para ideolog non Moslem mengatakan bahwa agama Yahudi dan Nasrani adalah agama-agama Samawi. Secara historis kita melihat bahwa agama Yahudi bukan agama Nabi Musa dan agama Nasranipun bukan agama Nabi ‘Isa. Sebaliknya Yahudi agama seorang yang kontraversi dengan Musa dan Harun bernama Yahuda sedangkan Nasrani agama seorang yang kontraversi dengan ‘Isa bin Maryam bernama Nashara. Ingat kembali, innad dina ‘indallahil Islam (QS, Ali Imran: 19)

Lebih menarik lagi bahwa agama Islam murni juga mengalami perpecahan hingga Rasulullah sendiri mengatakan: “Telah pecah agama (dibawah pemandu) Nabi Musa kepada 21 firkah, semuanya masuk Neraka kecuali satu golongan saja. Telah pecah agama (dibawah pemandu) Nabi ‘Isa kepada 22 firkah, semuanya masuk Neraka kecuali satu golongan saja. Akan pecah agamaku kepada 23 firkah, semuanya masuk Neraka kecuali satu …….

Yang terakhir berlomba-lomba untuk menambah keterangan bahwa golongan merekalah yang satu itu. Rasulullah saww menyampaikan Hadist tersebut agar setiap manusia paska kewafatan Rasulullah saww berpikir sedalam-dalamnya sesu ai dengan perintah Allah dalam Qur-an bahwa dengan berpikir itulah manusia menemui jalan yang haq diantara sekian banyak jalan yang bathil. Dari itu carilah kepastian jalan yang haq itu agar kita tidak menyesal paska kematian nanti yang tidak ada lagi jalan untuk kembali ke dunia untuk memperbaiki jalan hidupnya agar tidak masuk Neraka, na’uzu billahi min zalik. Lazimnya pihak yang sesat justeru ngotot membuat propokasi golongan lain sesat. Mereka tidak pernah sadar sebe tulnya merekjalah yang sesat, namun kami pihak pengikut Ahlulbayt (Rasulullah, Imam Ali, Fatimah, Imam Hasan dan Imam Husein) yang juga disebut Syi’ah Ima miyah 12 tidak pernah mengatakan pihak lain sesat. Kami bersaudara sesama kami sebagai saudara seiman dan seagama dan juga bersaudara dengan penganut agama manapun sebagai saudara kemanusiaan.

Pertanyaannya kenapa kebanyakan orang Alim ngotot mempropokasi bahwa Syi’ah itu sesat? Ada juga yang menuduh Syi’ah tidak sama dengan Ahlul bayt. Mereka mengira Ahlulbayt itu termasuk semua isteri Rasulullah dan bahkan termasuk mertua dan menantunya. Ahlulbayt adalah mereka yang tidak bisa putus hubungan kekeluargaan dengan Rasulullah (anggota keluarga yang permanen). Isteri mungkin diceraikan sedangkan Imam Ali, Fatimah az Zahara, Hasan dan Hussein mustahil diceraikan/berpi sah nasab dengan Rasululla. Hal ini dapat disaksikan saat Rasulullah bermubahalah dengan Nasrani Najran, hanya Rasulullah saww membawa Imam Ali, Fatimah az Zahara, Imam Hasan dan Imam Hussein. Saat Allah memerintahkan agar pintu-pintu ke Mesjid untuk ditutupi, rumah mereka berempatlah yang dibenarkan tetap terbuka dan ini juga sebagai bukti maksumnya mereka (suci tubuh dan pikiran). Adapun sebutan Syi’ah juga tertera dalam Qur-an, diantaranya surah al Baiyyinat ayat 7. Seketika itu juga Rasulul lah menepuk pundak Imam Ali seraya berkata: “Ya Ali anda dan Syi’ah/pengikut anda adalah sebaik-baik makhluk Allah di kolong langit”. Kemuidian pengikut Ahlulbayt pecah juga sebagaimana pengikut Ahlus Sunnah, Syi’ah Zaidiyah (hanya mengenal 5 Imam saja), Syi’ah Ismailiah hanya mengenal 7 imam saja) dan Syia’h Imamiyah 12 lah sebagai Syi’ah asli/pengikut Ahlulbayt sejati.

Hubungan kami dengan Zaidiyah dan Ismailiah tetap baik, kami menganggap sebagai saudara kami sebagaimana dengan pengikut Ahlus Sunnah wal jama’ah. Adapun dengan non Moslem kami menganggapnya sebagai saudara kemanusiaan. Allah mewajibkan kita bersatu dengan bukan atas dasar agama tetapi atas dasar manusia kutub Habil, logikanya hanya manusuia kutub Qabillah yang tidak mau bersatu dengan Syi’ah Imamiyah 12. Kalau sebahagian Islam Sunni getol/ngotot memfitnah Syi’ah sesat, sampai mengatakan Syi’ah berbahaya, kan sangat lucu. Itu ibarat tukang jualan, apakah logis kalau jualan orang sangat laku, lalu khawatir tidak laku jualan kita, kita fitnah jualan orang? Andaikata benar Sy’ah sesat, mana ada orang gila yang bisa terpengaruh dengan Syi’ah yang sesat?, kenapa takut? Andaikata kalian benar-benar takut, berarti justeru agama kalian yang sesat. Realitanya memang Syi’ah yang dibenci, Syi’ah juga yang dicari. Mungkin itu yang kalian takut sampai kalian main propokasi kalau Syi’ah hidup di Indonesia, mereka akan berevolusi. Tidakkah kita sepatutnya membuka mata kita lebar-lebar, kenapa Hizbullah Libanon tidak mengambil kekuasaan di Libanon, padahal andaikata mereka perangi, akan kalah dalam waktu satu minggu saja?. Maka tidaklah beralasan memfitnah kami sesat dan menakut-nakuti orang awwam, padahal kita punya titel Kiyai atau Propessor Doktor. Syi’ah sebagai mana para Ahlulbayt, pasti mendambakan rahmatan bagi seluruh rakyat dan berdaya upaya dengan dakwah, bukan dengan kekerasan yang dicela Rasulullah saww.
'
Sungguhpun agama yang kita saksikan beraneka warna dan perbedaannya namun Allah melarang bermusuh-musuhan sebagaimana yang dipraktekkan ISIS, menghalalkan darah siapapun demi tercapai tujuan mereka. Sepakter jang ISIS ini mulai dipraktekkan oleh kawum khawarij yang keluar dari pengikut Imam Ali as dan diteruskan oleh Mu’awiyah bin Abi Sofyan. Ini semua kalau kita lacak lebih awal lagi benih-benihnya juga muncul di zaman Nabi sendiri, dimana sebahagian yang telah mengaku beragama Islam, melakukan praktek jahiliah, berani melawan ketentuan Rasulullah saww sendiri sebagaimana Qabil berani melawan Nabi Adam walaupun orang tuanya sendiri. Dari situlah kita dapat mena rik kesimpulan bahwa manusia kutub Qabil melakukan praktek apa saja demi tercapainya tujuan mereka.

Saat Rasulullah saww berevolusi tidak pernah melakukannya dengan kekerasan. Setelah Rasulullah tidak mampu lagi bertahan di Mekkah, Allah perintahkan hijrah ke Madinah dengan bantuan kaum Anshar. Di Madinahlah Rasulullah mendirikan Negara Islam/ System Allah/Negara berkedaulatan Allah, bukan Negara Khalifah sebagaimana yang dipahami keliru, termasuk Filosof Propessor Doctor Imran Hosein yang saya hormati. Beliau keliru memahami istilah Khalifah saat Allah memberitahukan Malaikat bahwa Dia akan menjadikan seorang Khalifah di muka Bumi. Khalifah disini bermakna wakil Tuhan, bukan systemnya. Secara ideologi siapapun yang mampu berbuat seperti Adam adalah wakilNya di kolong langit ini. Semua Rasulul Allah adalah wakilNya. Hanya para Rasul dan para Imam saja Allah memberitahukan kita ketentuan orangnya sedangkan paska para Rasul dan para Imam hanya dapat dipahami oleh manusia-manusia yang mengenal para Imam.

Di Madinah Rasulullah saww tidak hanya berbuat adil kepada kaum Muslimin saja tetapi juga kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Kaum Quraish, manusia kutub Qabil berdaya upayta untuk memadamkan cahaya Allah (baca Islam murni). Mereka bersatu dengan Yahudi dan Nasrani, mendatangi Madinah, menggempur kaum Muslimin tetapi realitanya semua pertempuran dapat dipatahkan oleh Ulil Amri (Imam Ali bin Abi Thalib). Buktinya mulai serangan ‘Utbah saat Imam hijrah ke Madinah, Perang Khandaq/parit dimana Imam sendirian mengalahkan mereka hingga lari terbirit-birit setelah Imam memotong kaki Abdu Awwud yang terkenal kehebatannya. Lalu dalam perang Khaibar pertama sekali Nabi memberikan bendera kepada Abubakar tetapi tidak berhasil, kemudian diberikan kepada Umar bin Khattab tetapi juga tidak berhasil hingga kaum Muslimin hampir putus asa. Rasulullah mengatakan besok insya Allah saya akan berikan bendera itu kepada hambaNya yang redha kepada Allah, dan Dia pun redha kepadanya. Sebaha gian sahabat berharab bahwa merekalah yang dimaksudkan Rasulullah. Besoknya Rasulullah menanyakan dimana saudaraku Ali? Juru bicara Rasulullah memberitahukan bahwa Ali lagi sakit mata dan dia sedang membuat roti untuk pasukan. Ketika Imam Ali dipanggil ke hadapan Rasulullah, seketika itu juga matanya sembuh setelah diusap de ngan tangan Rasulullah. Dengan gagah perkasa Imam membawa bendera hingga panglima Yahudi bernama ‘Harith terkapar dihadapan Imam setelah menasehatinya sebelum bertempur seba gaimana lazimnya Imam sebelum bertempur. Kemudian Marhab, pang lima Yahudi lainnya maju tetapi juga mengalami hal yang sama dengan pedang Zulfikar Imam Ali as. Lalu Rasulullah berkata: “La fata illa ‘Ali wala saifa illa zulfikar”. Untuk lebih mantap silakan lihat di video al Nebras berikut ini:


https://www.youtube.com/watch?v=KYHZIH7I0eQ&t=1203s


Pertanyaannya adalah, siapapah yang memulai perang antara kaum Muslimin dengan non Muslim? Adakah pihak Muslim yang memulainya? Jawabannya pasti, tidak. Kaum Musli min benaran tidak dibenarkan berperang kecuali untuk membela diri. Keteladanan Rasu lullah jaman sekarang dapat kita saksikan di komunitas Hizbullah Libanon dan Hizbullah Iran. Sa’at mengalahkan Israel yang tidak pernah terkalahkan sebelumnya, Hizbullah Libanon tidak mengejar Israel sampai kepusatnya hingga tamatlah riwayat Israel. Se bab kalau itu yang dilakukan Hizbullah bukan saja tentara Israel yang korban tetapi juga rakyat sipil, orang tua, wanita dan bahkan anak-anak. Itulah sebabnya maka Republik Islam Iran mengharamkan senjata pemusnah massal. Ironisnya AS cs tetap menuduh RII sedang memproduksi senjata Nuklir. Dengan cara yang tidak fair itulah mereka memberlakukan embargo untuk melumpuhkan RII, namun realitanya Allah melindungi RII, satu-satunya system Islam di muka bumi di zaman kita ini.

Hizbullah Iran juga tidak akan menyerang negara manapun termasuk AS walaupun telah berbuat anianya terhadap RII sejak negara tersebut berhasil mengalahkan penguasa despoticnya, Shah Reda Palevi serta antek-antek nya di negara Salman al Farisi terse but. Ironisnya sebahagian kaum Muslimin Dunia masih salah persepsi terhadap RII. Mereka tidak henti-hentinya memfitnah bahwa Syi’ah itu sesat. Hal ini lebih ngeri lagi dilakukan oleh orang-orang yang yang bertitel Kiyai,Tengku dan Ustaz. Ketika kami dulu membuat pengajian di 4 titik (baca 4 Sekolah Lanjutan Atas) , sudah memiliki pengikut sebanyak lebih-kurang 300 anak usia SLTA. Namun akhirnya mereka hilang kecuali 2-3 orang setelah mereka bertanya pada Tengku dan mendapat jawaban, sesat. Lalu kami berkesimpulan seharusnya kita berdialog dengan para guru Pesantren, bukan via murid-murid mereka yang hanya buang-buang waktu. Namun realitanya via gurunya juga kita saksikan tidak ketemu sebab mereka umumnya menggunakan hadist-hadist palsu untuk menguatkan isi kitab-kitab mereka: 

https://jakfari.files.wordpress.com/2008/05/wafat_nabi_dan_suksesi_di_saqifah.pdfhttps://jakfari.files.wordpress.com/2008/05/wafat_nabi_dan_suksesi_di_saqifah.pdf

Sepertinya mustahil dakwah pengikut Ahlulbayt sampai ke kampung-kam pung disebab kan hambatan orang yang dianggap berilmu, padahal hanya sepatah kata saja mereka gunakan: “SESAT”. Ketika kami berada di arena training PII, kami juga belajar bagaima na Komunis/Markisme agar dapat menjelaskan dengan mantap dimana sesatnya komunis, tidak cukup dengan kata sim-salabim; "sesat". Muridpun menerima saja tanpa mau berta nya bagaimana sesatnya, apanya yang sesat. Memang dalam mazhab pengikut Ahlulbayt hanya Syi’ah Imamiyah 12 saja yang tidak sesat tetapi ironisnya orang non Syi’ah tidak tau mana Syoi’ah yang murni hingga mengambil yang aneh lalu disematkan ke Syi’ah. Yang harus dipahami juga bahwa ada Syi’ah bentukan Zionis dan AS yang gemar mencaci dan menghujad Abubakar dan Umar. Syi’ah ini lebih berbahaya bagi kami dari orang non Syi’ah yang awwam. Mengapa mereka sangat ngotot mempropokasi bahwa Syi’ah itu sesat? Sebetulnya mereka khawatir kalau Syi’ah exist di Indonesia terkuaklah kepalsu an agama mereka.

Bagi kaum Muslimin dan Muslimat persoalan kuncinya hanyalah pada persoalan keimama han Rasulullah saww. Realitanya semua kita memahami kalimat: "Ati’uyllah wa ati’urr Rasul", namun "wa ulil amri minkum" mulai berbeda satu-sama lainnya. Akibat tidak tepat memahami mana sosok Ulil amri minkum inilah terjadi perselisihan yang meruncing dikalangan ummat Islam dari dulu hingga dewasa ini. Ada yang mengatakan mereka itu adalah penguasa dimana mereka itu hanya berfokus pada "apakah penguasa itu masih shalat". Mereka lupa Allah telah mengatakan dalam surah al Ma’un bahwa celakalah orang-orang yang shalat. Apa artinya shalat semalaman tetapi menzalimi kaum mus tadhafin di siang harinya melalui petrsekongkolannya dengan Karun, Hamman dan Bal’am?. Kemudian ada lagi yang mengatakan 2 yang pertama mutla’ dan yang satu lagi tidak mutla’ tergantung apakah penguasa itu zalim atau tidak. Walaupun pendapat ini mendekati kebenaran, namun realitanya kebanyakan kaum Muslimin patuh, sami’na wa ata’na kepada penguasa manapun, mengapa? Sebab para Bal’am memegang kunci untuk meninabobokkan rakyat jelata. Itulah sebabnya kenapa system Allah swt hanya ada di Republik Islam Iran. Republik Islam Pakistan memang namanya tidak berbeda dengan RII tetapi hanya sekedar namanya saja dan dengan mudahnya di obok-obok oleh Arab Saudi dan AS cs yang juga telah merusak bangsa Suriah dengan kiriman kaum teroris takfirinya (ISIS).

Disebabkan negara Islam murni hanya ada di RII dan mereka salah paham dengan Syi ’ah/Islam pengikut Ahlulbayt, mengira sesat, maka Propessor Imran Hosein juga saat bericara ihwal akhiruzzaman hanya mampu menunjukkan komunitgas yang bersatu dengan komunitas Islam yaitu Rusia, Cina dan Amerika Latin. Selangkah lagi andaikata sang propessor yang filosof itu mau berafala ta’qilun dan afala yatazakkarun, sebagai mana sering beliau ulang-ulang bahwa kaum Muslimin harus kritis, akan menemukan Republik Islam Iranlah fenomena Islam Murni yang bergandengan dengan Rusia, Cina dan Amerika Latin. Kenapa saya salut kepada Filosof Imran Hosein tersebut? Walaupun dalam hal System Islam murni dan negara Khalifah beliau masih keliru, namun banyak hal kelebihan dari murid Doktor Iqbal Pakistan ini. Diantaranya kebanyakan para Kiyai dan para Alim type lainnya sampai hari ini masih belum mampu memahami dimana salah nya mereka saat memfitnah ex Gubernur Jakarta, Basuki Cahaya Purnama alias Ahok. Untuk menggolkan fitnah mereka juga mengundang Propessor Doktor Zakir Naik India yang juga buta terhadap al Maidah 82. Ahok masuk fenomena al Maidah 82, bukan al Maidah 51 sedangkan Filosof Imran Hossein memahaminya kedua ayat tersebut dengan mantap sekali. Di medan Internet ada dua figur yang disanjung partisipan Muslim namun Zakir Naik masih keliru dalam hal yang prinsipil dibandingkan Imran Hosein:



Kesalahan mereka pertama bahwa asbabun nuzul ayat tersebut bukan perihal memilih pemimpin tertapi berteman dekat. Namun katakanlah juga termasuk memilih pemimpin dimana Allah melarang dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Kenapa mereka tidak sanggup menganalisa, apakah Allah melarang berteman atau memilih pemimpin dari semua kalangan Yahudi dan Nasrani? Jawabannya pasti “tidak”. Di al Maidah ayat 82 masih ada Nasrani yang berbeda dengan “Nasrani” di ayat 51. Al Maidah 51 namanya Yahudi dan Nasrani yang Harbi sedangkan al Maidah 82 adalah Nasrani yang Jimmi. Kalau mau melihat fenomena Jimmi sekarang adalah Rusia, Cina dan Amerika Latin. Ironisnya mereka yang memfitnah Ahok juga mengira Rusia sekarang sama seperti Uni Sovyed yang komunis, demikian juga mereka salah paham terhadap Cina, yang sama dan bersatu dengan Rusia, RII dan Hizbullah Libanon.

Kesalahan mereka kedua membuat tuduhan kepada Ahok telah menista agama. Kesalahan mereka dalam hal ini cukup dengan melihat kembali apa yang dijelaskan pembela Ahok yang patut kita salut walaupun mendapat ancaman dan juga demo serta pemecatan dari kedudukannya, mereka tetap membela kebenaran.

Kesalahan mereka yang ke tiga adalah, berani main keroyok (logika kerumu nan)terhadap seorang yang bernama Ahok. Ketika fitnah dijatuhkan terhadap Antasari Azhar yang lagi mengalami syokterapi saat menyaksi kezaliman terhadap dirinya juga ditimpakan ke Ahok, mereka lakukan atas persekongkolan "Fir’un, Karun, Hamman dan Bal’am" tetapi fitnah terhadap Ahok, “Fir’un” sudah tamat riwayatnya di Indonesia. Presiden Jokowi bukan Fir’un yang lazimnya bersekongkol dengan Karun, Hamman dan Bal’am tetapi justeru “sahabat ahok” yang besar kemungkinan dapat memperbaiki Indonesia andaikata beliau terpilih lagi. Sayangnya beliau tidak bisa berbuat banyak sebagaimana terhadap Antasari Azhar, sebab para kaum radikalis dan intoleran dikhawatirkan akan menggu nakan fitnah yang sama terhadap presiden Jokowi.

Billahi fi sabililhaq

Hsndwsp

Di Ujung Dunia



Kamis, 15 Februari 2018

ANTAR INSAN/MANUSIA KUTUB HABIL DAN BASYAR MANUSIA KUTUB QABIL





BASYAR ADALAH MAKHLUK YANG TIDAK BERBULU DI TELAPAK TANGANNYA.
ANDAIKATA BERBULU BERARTI MAWAS ATAU GORILLA

BASYAR ADALAH MAKHLUK YANG SEKEDAR EXIST DI PLANET BUMI INI MEREKA TAKPERNAH BERESENSI
KENDATIPUN MEREKA ITU PINTAR DAN BERKEDUDUKAN TINGGI DALAM SYSTEM YANG MENZALIMI KAUM MUSTADH'AFIN

hsndwsp

Acheh - Sumatra
di 
Ujung Dunia



Bismillaahirrahmaan irrahiim

Ketika AS melemparkan isu teroris, kita masih mampu berfikir justru AS lah teroris yang sebenarnya tetapi disebabkan AS memiliki "co rong terbesar" Dunia sekarang ini, dengan mudahnya menuduh pihak lain sebagai teroris. Andaikata AS itu memanfaatkan Power yang mereka miliki, benar-benar untuk membebaskan komunitas-komunitas yang terzalimi di seluruh pelosok Dunia seperti West Papua, Republik Maluku Selatan dan Acheh - Sumatra, serta ko munitas-komunitas lainnya seperti komunitas Kurdistan, Moro di Pilipina, Palestina di Timur tengah dan komunitas-komunitas lain nya di benua Afrika, barulah benar AS dan penduduk Duniapun akan salut kepada AS sebagai Polisi Dunia. Sayangnya realita tidaklah demikian. Mereka telah melukai komunitas Afganistant, Irak dan tidak bersikap jujur terhadap Republik Islam Iran, dimana yang terakhir ini sepertinya akan mampu menempatkan dirinya sebagai pengundang Imam Akhir Zaman untuk meluluh lantakkan segala bentuk kezaliman dipermukaan Bumi ini sebelum tiba masanya Kiamat Dunia.

Yang ingin penulis ingatkan, kenapa ketika kita saksikan orang-orang yang mendekam dalam penjara, kita tidak mampu berfikir bahwa sesungguhnya persekongkolan antar "Fir'un", "Karun" dan "Bal'am" dalam suatu system yang despotic itu jauh lebih zalim da ripada pribadi manapun yang dijebloskan dalam penjara kecuali koruptor kelas monster di priode Suharto sampai Yudhoyono. Bu kankah kezaliman yang dibuat pribadi-pribadi tersebut akibat ulahnya penguasa despotic itu sendiri? Andaikata mereka tidak menzalimi bangsa Acheh - Sumatra, Acheh - Sumatra akan merde ka. Ketika Acheh - Sumatra telah merdeka, pemerintah Acheh - Sumatra akan mengembalikan harta yang dianugerahkan Allah dalam perut Bumi Tanah Rencong itu kepada pemiliknya (baca siapapun mereka yang mendiami bumi Acheh - Sumatra) Andai kata realita ini dapat kita saksikan, tidak ada lagi orang Acheh - Sumatra yang mendekam dalam penjara-penjara di Tanah Ren cong. Seluruh penduduk Acheh - Sumatra akan menggapai finan sialnya.

Persoalan yang utama sekali manusia adalah finansialnya. Pabila pribadi yang diamanhkan Allah menduduki jabatan Top Leader nya, pribadi tersebut takut kepada Allah. Pribadi tersebut akan menunaikan kewajibannya sebagaimana diamanahkan Allah. Pertama sekali yang dia lakukan adalah berdaya upaya untuk me raih finansialnya bagi seluruh penduduknya. Namun kenapa feno mena tersebut hanya kita saksikan di Norwegia sekarang ini? Apa kah orang non Islam lebih baik daripada orang Islam? Bukan. Jus teru disinilah kita menemukan kuncinya bahwa penguasa dalam system despotic beserta pribadi-pribadi yang bersekongkol dalam nya sesungguhnya bukan orang Islam tetapi munafiq. Maaf, ”Qulil haq walaukana murra”, kata Rasulullah saww.

Lihatlah di Acheh - Sumatra, mengapa mayoritas penduduknya tidak berilmu? Pastinya disebabkan mereka jangankan untuk me neruskan pendidikannya sampai kepeguruan Tingi, mencari sesu ap nasi buat kehidupan keluarganya saja sepertinya mereka tak mampu. Jadi yang sampai keperguruan Tinggi justru anak orang orang dimana orang tua mereka memiliki harta untuk menyekolah kan anak mereka. Selebihnya adalah anak orang-orang yang ber sekongkol dalam system Taghut hingga mereka dengan mudah meraih finansialnya serta sanggup menyekolahkan anakanak me reka sampai keperguruan Tinngi bahkan ke luar negeri.

Kalau kita mampu membuka cakrawala berfikir, siapakah pemilik harta yang terkandung dalam Bumi Acheh - Sumatra sesungguh nya? Orang-orang yang pintar dan teguh Iman akan menjawab nya bahwa pemiliknya adalah seluruh manusia yang mendiami Tanah Rencong. Tetapi kenapa mereka lantas menjadi bodoh terus-menerus hingga setiap 5 tahun sekali mereka hanya tergiring kekancah sandiwara yang tidak lucu itu? Sekarang kita ulang kem bali siapakah sesungguhnya yang lebih zalim, penghuni penjara kah atau penguasa despotic?

Justeru itulah sering kita katakan bahwa para Ilmuwan, propessor, doktor dalam system Taghut yang zalim, hipokrit dan korrupt ada lah pribadi- pribadi yang "berwajah pucat". Sepertinya mereka ti dak mampu berpikir ketika berhadapan dengan gagasan-gaga san para Ideolog yang "berwajah merah". Betapa banyak dosen-dosen di perguruan tinggi Banda Acheh? Bagaimanakah sepak terjang mereka? Bukankah setiap pribadi yang berilmu diamanah kan Allah swt untuk melepaskan kaum mustadhafin dari belenggu yang menimpa kuduk- kuduk mereka? (QS, QS.7:157 & QS, 90:12-18).

'Bukankah semua kerja mereka sia-sia saja andaikata mereka ti dak berdaya upaya untuk melepaskan kaum yang tertindas eko nominya dimana-mana, di Acheh - Sumatra dan bahkan di West Papua dan Ambon dimana mereka dilestarikan tubuhnya dalam keadaan telanjang oleh para Basyar didikan Belanda? Masihkah kita membanggakan diri sebagai pribadi-pribadi Muslim? Tidak pa hamkah kita bahwa 'Aqidah kita sudah sirna begitu kita berga bung dalam system zalim, hipokrit dan korrupt? Kenapa kita asik memfokuskan 'aqidah pada rumusan dua kata, "Lailaha illallah, Muhammadur Rasulullah" sementara esensinya kita tak paham? Bagaiman kita mendefinisikan Iman yang sesungguhnya? Masih kah kita mengandalkan hadist-hadist palsu untuk membela diri sebagai pribadi-pribadi Muslim?

ITU ADALAH BASYAR, BUKAN MANUSIA BERIMAN.
Yang namanya manusia difasilitasi Allah dengan alat fikir di kepa lanya masing-masing. Apabila manusa tidak tundukpatuh kepada Allah yang menjadikan Alam semesta serta diri mereka sendiri, mereka akan sesat selama-lamanya biarpun rajin shalat, puasa, zakat, naik haji dan sebagainya. (Kecuali mereka itu termasuk o rang awwam yang masih berkemung kinan besar untuk diampuni Allah dosanya). Type makhluk seperti itu disebut Basyar, pinjam isti lah DR Ali Syariati, ahli fikir yang belum ada duanya di jaman kita ini.

Basyar adalah makhluk yang tidak berbulu ditangannya. Andai kata berbulu, berarti mawas atau gorilla. Basyar makhluk yang sekedar exist di Dunia ini. Mereka tidak pernah beresensi. Kendati pun mereka pintar dan berkedudukan sebagai Dosen atau maha guru sekalipun, konon pula kalau mereka hanya sebagai warta wan, pegawai negeri yang hanya berfungsi sebagai ”Pak Turut”, berbicara tentang kezaliman namun tidak pernah sadar dimana mereka sendiri termasuk bahagian dari kezaliman itu sendiri. Me reka terbuai dengan prestis: "Ah saya kan dosen, saya kan jurnalis independent, saya kan khatib mesjid sebagai corang para muta kabbirun, saya kan doktor bedah agar "penyakit" rakyat dapat saya keluarkan"?

Perlu digaris bawahi bahwa manusia memecahkan persoalan dengan pikiran yang dianugerahkan Allah kepadanya, sedang kan basyar cendrung kepada prilaku binatang buas dengan me nampilkan "Hukum Rimba" sebagaimana sepak terjang ”serigala – serigala” haus darah dalam system despotic. Ini bukan pernyata an emosionil, tetapi realita. Pernyataan saya ini memang pahit dan lebih pahit dari pil Knine, namun itulah yang dapat menjem buhkan "penyakit malarianya" bagi orang - orang yang bersekong kol dalam system thaghut despotic. Siapakah diantara kita yang mampu menelan "pil pahit" ini? Siapakah yang mampu berpatah balik sebagaimana Hurr bin 'adiy berpatah balik untuk memihak kepada Imam Hussein di medan Karbala ?

Mampukah kita menderita dalam Islam sebelum existnya system yang rahmatan lil 'alamin? Mampukah kita mengikuti jejak Abu Dzar Ghifari sebagai prototype kaum mustadhafin yang sadar apa sesungguhnya tujuan hidup di Dunia yang akan fana ini? Per nahkah kita renungkan, kemana orang-orang yang hidup mewah dalam system yang menzalimi kaum mustadhafin sekarang ini?

Mereka sedang menjalankan siksaan Qubur sebelum di jebloskan ke dalam Neraka. (Na'uzu billahi min dzalik). Berapa lamakah mereka menikmati hidup bahagianya? Hanya sebentar saja, sementara dalam Neraka kekal selama-lamanya.

Model Abu Dzar Ghifari dan Hur bin 'Adiy itulah yang termasuk manusia brillian, mampu melawan segala fasilitas gemerlap yang di tawarkan penguasa zalim di zamannya, demi keselamatan Akhi ratnya. Abu Dzar Ghifari memilih menderita dan mati di Hava dhah, tempat terpencil akibat melawan penguasa zalim dimasa nya. Sementara Hur memilih syahid bersama cucu Rasulullah saww, Imam Hussein bin 'Ali karamallahu wajhah. Kalau anda bera sal dari anak orang yang bersekongkol dalam system yang menza limi kemanusiaan itu, saya tidak terlalu fokus, tetapi betapa sa yangnya anda-anda yang sampai kepeguruan Tinggi dari orang tua yang membiayai anda dengan harta dari hasil keringatnya sendiri yang sah disisi Allah, berkesudahan sama kelak dalam kea daan menyesali diri sendiri dihadapan Allah swt.

TINJAUAN FENOMENA ALAM
Manusia hidup di Dunia ini penuh dengan ujian dan tantangan untuk menuju tempatnya semula (baca tempat Adam bersama Siti Hawa) Andaikata tidak berhasil, mereka akan masuk Neraka dan kekal selama-lamanya. (na'uzu billahi min zalik). Hal ini dapat kita analisa proses tumbuh-tumbuhan sebagai "ayat" Allah yang alami. Ambillah contoh pokok kelapa dimana setiap tungkulnya bisa berbunga lebih-kurang seribu bakal buah. Namun yang sem pat menjadi putik lebih-kurang lima puluh buah. Lalu putik tersebut mampu menjadi kelapa siap pakai lebih-kurang 25 buah (kelapa muda), itu pun masih teruji lagi dengan gangguan tupai sehingga tinggal hanya lebih-kurang 10 buah yang dapat bermanfa'at un tuk manusia.

Kemudian kita lihat contoh yang lain dari pohon Durian yang representant, mampu berbunga satu milyar calon buah. Dari satu milyar itu yang sempat jadi putik lebih-kurang satu juta. Dari satu juta itu yang berhasil untuk melawan ujian sengatan serangga, hembusan angin, guyuran hujan dan sebagainya lebih kurang 5 ratus buah. Dari 5 ratus buah itu masih mengalami ujian jenis lainnya seperti kalong, tupai dan penjakit alami lainnya yang membuat buah itu tawar rasanya. Akhirnya yang dapat berman faat untuk manusia atau memenuhi standar durian sekitar lebih-kurang 200 buah saja.

Demikianlah gambaran manusia ini. Pertama kita ambil saja yang telah berikrar untuk mengucap dua kalimah syahadah di Tanah Rencong. Lalu di uji lagi yang ada melakukan Shalat, Puasa dan membayar Zakat. Lalu di uji lagi dengan beramar makruf nahi mungkar. Akhirnya diuji dengan "Bahtera" yang kita naiki, apakah bahtera yang tunduk patuh kepada Allah atau kepada Thaghut, apakah mereka termasuk orang-orang yang bersatupadu untuk membela kaum mustadhafin, melepaskan beban yang menimpa kuduk-kuduk mereka (QS.7:157 & QS,90:12-18) atau egois dan bangga sebagai dosen dalam system Thagut yang zalim, hipokrit dan korrupt, maha guru, Propessor, Doktor, Direktur suatu surat kabar, sementara semua mereka itu hanya mementingkan diri dan keluarganya masing-masing.

Akhirnya penganut Islam di Dunia yang lebih kurang 2 milyar, tinggal yang benar-benar beriman mungkin hanya sekitar ratusan juta saja yang redha Allah. Bayangkan berapa jumlahnya yang termasuk benar-benar beriman dari orang-orang yang ada di Dunia termasuk pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan West Papua?

Sekarang kita bertanya pada diri kita masing-masing adakah saya ini termasuk dalam bilangan orang-orang yang benar-benar beri man, sehingga terbebas dari siksaan api Neraka ? Jawabannya marilah kita berusaha dan berdoa sesuai dengan petunjukNya sebagaimana yang diaplikasikan para Rasul, Imam - Imam dan Ulama warasatul ambia, bukan ulama gadongan. Andaikata kita termasuk orang yang terlanjur berada dalam system yang men zalimi kaum mustadhafin, cepatlah berpatah balik sebelum terlam bat. Disinilah gunanya tulisan saya yang tidak bermaksud untuk menyakiti hati siapapun tetapi demi menyelamatkan manusa dari bahtera Namrud ke bahtera Ibrahim, dari bahtera Fir’un ke bah tera Musa dan Harun, dari bahtera Kaisar-kaisar di Rhoma ke bahtera ’Isa bin Maryam, dari bahtera Abu Sofyan ke bahtera Muhammad saww, dari bahtera Muawiyah ke bahtera Imam ’Ali bin Abi Thalib, dari bahtera Yazid bin Mu’awiyah ke bahtera Imam Hussein, dari bahtera Syah Reza Palevi ke bahtera ”Imam” Kho maini, dan seterusnya.

Nah persoalan yang terjadi diantara orang - orang yang berse kongkol dalam system thaghut despotic dan orang - orang yang antithesis dengannya juga merupakan proses ujian Allah untuk me nentukan kemenangan atau kekalahan Akhiratnya, kendatipun kebanyakan manusia enggan melihat persoalan kenegaraannya dengan kacamata Al Qur-an. Akibatnya mereka cenderung me nampilkan "hukum Rimba", Yang kuat memakan yang lemah, yang kaya memperbudak yang miskin, yang pintar membodoh-bodohi kaum mustadhafin.

Billahi fi sabililhq
hsndwsp

di Ujung Dunia

Selasa, 13 Februari 2018

EKSISTENSI DAN ESENSI MANUSIA




 INSAN MAMPU MENGEMBANGKAN ESENSINYA SETELAH EXIST DI DUNIA SEBALIKNYA BASYAR HANYA SEKEDAR EXIST
 MAKIN LAMA MAKIN TERPURUK MENGIKUTI 
BAHAN BAKUNYA TANAH TEMBIKAR

hsndwsp
di
Ujung Dunia


Manusia ciptaan Allah berbeda dengan fenomena alam lain nya seperti barang barang ciptaan manusia manusia itu sendi ri dimana manusia eksistensi didahului esensi, sedangkan cipta an manusia seperti korsi misalnya, esensi mendahului esensi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia setelah eksist, lahir kedunia dia belum tau apa-apa, namun setelah dia balih, mu lai memiliki kemampuan berpikir, Allah mengamanahkan dia untuk mengembangkan 3 potensi dalam dirinya, yaitu kesada ran diri, kebebasan memilih (free will) dan kreatif (daya cipta). Dengan kata lain eksistensi berarti "being", hanya sekedar ada dan belum apa-apa. Lalu tahab berikutnya dia mengembang kan potensialitasnya untuk menggapai kesadarn diri, kebeba san memilih kutup materialis, kutub spiritual atau keduanya dan daya cipta /creatif. Inilah yang disebut esensi/becoming.

Adapun ciptaan manusia atau hasil dari kreatif manusia yang sangat sederhana misalnya korsi, esensi didahului existensi. Mu la-mula anda bertanya pada tukang perabot bagaimana kor si itu. Kata tukang perabot korsi itu memiliki tempat duduk yang ditunjangi empat kakinya serta punya sandaran dan pe gangan di kiri-kanannya. Penjelasan tukang perabot itu nama nya esensi sedangkan korsi tersebut baru exist setelah anda menyuruh buat untuk anda.

Annas dan Basyar
Annas adalah manusia yang mampu menggapai kesadaran diri untuk apa dia diciptakan. Dia sadar bahwa dunia ini ha nya sementara, betapaun kuatnya fisiknya namun dia akan mati dan akan diminta pertanggungjawabkan amalnya paska kematiannya. Kalau amalnya baik dia akan dimasukkan da lam Surga dan kalau amalnya jahat, akan dimasukkan dalam Neraka dan kekal selama-lamanya. Adapun Basyar, dia makh luk yang sekedar exsist dipermukaan Bumi ini. Basyar tidak sa dar dalam hidup ini. Dia tidak memiliki panutan hidup, siapa yang harus diteladani dalam mengarungi hidupnya. Dia teng gelam dalam pemuasan dirinya dan hanya memikirkan kese nangan hidup dan juga tenggelam dalam dunia kejahatan. Setelah dia mengenal Dunia ini, tidak mampu mengem bang kan dirinya untuk mengikuti spirit Allah, sebaliknya dia terus menukik kebumi, bahan bakunya. Prototypenya adalah Qabil yang tega membunuh saudaranya sendiri demi menggapai keinginannya didunia ini.

Sebagaimana sering saya ulang bahwa manusia yang mendi ami planet Bumi ini terbagi kepada dua golongan, yaitu golo ngan manusia Qabil dan golongan manusia Habil. Golongan penindas dan yang tertindas. Golongan penjajah dan yang terjajah. Adakalanya terjajah secara terang terangan melalui intervensi suatu negara maupun penjajah yang terselubung, dimana penjajahnya berlagak terhormat namun pada hakikat nya mereka tidak memiliki hati nurani. Mereka inilah yang kita lavelkan dengan "Basyar". Menurut DR Ali Syariati bahwa Ba syar itu tidak pernah berubah pola pikir piciknya, dari itu ke itu juga. Basyar secara kasar berarti binatang berkaki dua dan ti dak berbulu di telapak tangannya. Mawas dan Gorella juga memiliki dua kaki tapi berbulu di telapak tangannya. Mawas dan Gorella juga Islami dimana kita haram membunuhnya kecuali benar-benar mengganggu kemuslihatan umum dan tidak ada cara lain selain terpaksa dibunuh. Sedangkan Ba syar adalah makhluk yang tidak Islami. Mereka sekedar exist di Dunia ini dan dapat dipastikan tidak pernah beresensi.

Semut yang hidup sepuluh abad yang lalu dapat dipastikan bahwa mereka membuat sarangnya sama seperti sarang semut di jaman kita sekarang ini. Setelah Nabi Musa dan Harun menyelamatkan bani Israil dari sepakterjang Fir'un, Samiri meni pu bani Israil dengan sihir anak lembu yang terbuat dari emas. Renungkanlah bagaimana mungkin bani Israil membelakangi Nabi Harun, mengikuti Samiri, sementara nabi Musa masih hi dup ketika itu. Mereka berpatahbalik sebagaimana berpatah balik ummat Muhammad, membelakangi Imam Ali, penerus keimamahan Rasul. Apabila kita tidak mampu berpikir bagai mana mungkin Ummat Muhammad berpatahbalik, renungkan lah bagaimana ummat Nabi Musa dan Harun berpatahbalik. Demikianlah Allah membuat kesamaan antara Imam Ali de ngan Nabi Harun, dimana Harun ditinggalkan ummatnya, me ngikuti Samiri sementara Imam Ali ditinggalkan "ummatnya", mengikuti "Samiri cs" sepeninggal Rasulullah saww.

Kecuali ayat muhkamad, Al Qur-an itu tidak dapat dipahami tanpa pendampingnya. Pendamping Qur-an adalah Imam Ali, Fatimah az Zahara, Hassan dan Hussein plus 9 Imam lanju tannya. nabi berkata: “Wahai manusia sesungguhnya Aku me ninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepa danya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya sam pai menemuiku di Pancutan Kautsar, Kitab Allah dan Itrati Ah lul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam ki tabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Hadis diatas adalah hadis Tsaqalain, disebut Tsaqalain karena berarti dua peninggalan yang berat, berharga atau dua pusa ka. Hadis ini menjelaskan tentang wasiat Rasulullah saww kepa da umatnya agar tidak sesat dengan cara berpegang teguh kepada Al Quran dan Itrati Ahlul Bait Rasul as. dan Kedua hal tersebut yang dimaksud dengan at Tsaqalain atau dua pe ninggalan yang berharga. Kebanyakan dari umat muslim lebih sering mendengar hadis dengan redaksi yang berbeda yaitu

Bahwa Rasulullah saww bersabda “wahai sekalian manusia se sungguhnya Aku telah meninggalkan pada kamu apa yang jika kamu pegang teguh pasti kamu sekalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya”(Hadis riwa yat Malik dalam Al Muwatta dan Al Hakim dalam Al Mustadrak As Shahihain)

Hadist tersebut memiliki sanad yang dhaif dan yang lshahih adalah hadist dengan redaksi wa itraty ahlul baity atau hadist Tsaqalain. Walaupun pada dasarnya Kitabullah dan Sunah Rasulullah saww adalah dua sumber hukum yang mutlak bagi umat Islam dan hal ini telah ditetapkan dengan dalil yang qathi dari Al Quranul Karim. Sebenarnya tidak diragukan lagi bahwa hal ini bersifat pasti kebenarannya, tetapi yang ingin ditekankan disini bahwa Rasulullah saww telah berpesan kepada ummatnya untuk berpegang teguh kepada Kitabul lah dan Ahlul Bait Rasul as, karena redaksi inilah yang sanad nya shahih Sedangkan redaksi Kitabullah dan Sunah RasulNya memiliki sanad yang dhaif/palsu.

Kondisi orang Islam di zaman kita ini sepertinya sama dengan kondisi ketika Imam Hussein dan keluarga Rasulullah di bantai di Karbala dulu. Ironisnya mereka mengaku orang Islam tapi ketika Imam orang Islam ditindas mereka diam seribu satu ba hasa. Sepertinya orang semacam itu tidak punya semangat lagi dalam beragama. Sepertinya pikiran mereka hampa. Kalau kita telusuri ayat-ayat Qur-an, Allah memberitahukan ke pada orang-orang yang beriman agar kritis membaca feno mena . Ketika kita melihat awan, kita bertanya pada diri kita kenapa awan ada disana. Apakah awan itu sebetulnya dan apa penyebabnya hingga awan berada di angkasa. Lalu kita mendapat keterangan bahwa itu adalah bunga air yang di pancarkan dari lautan yang terbentang luas. Pasalnya adalah Matahari yang menerpa permukaan laut hingga membuat air yang dipermukaannya mengalami proses destilasi hingga membumbung ke angkasa. lalu ditiup angin hingga hujan le bat banyak menimpa gunung. Justru itulah rimba exist di le reng-lereng gunung. Dari gunung air itu menuju sungai dan akhirnya menggapai lautan kembali. Demikianlah proses siklon air, mensimbolisasikan 'mata air Islam' atau manusia yang se lalu hidup tak pernah mati. Sementara embun walaupun in dah tidak mampu menggapai sungai tapi musnah diterpa sinar matahari. Embun disimbolisasikan basyar yang bukan ma nusia dalam arti positif.

Ketika kita lihat gunung dan rimba, orang beriman juga tidak hampar. Mereka terus menganalisa untuk apa Allah menjadi kannya. Apakah hanya untuk dunianya binatang saja? Bukan. Ada lagi yang lebih penting dari sekedar dunia satwa. Di rim ba itu berlakunya hukum rimba dimana siapa yang kuat me makan yang lemah. Rupanya hukum rimba tidak hanya berla ku di rimba tapi juga di tempat yang banyak didomisili oleh makhluk yang bernama basyar. Dikampung dan di kota ba syar melakukan tindakan semena-mena terhadap kaum dhua fa. Basyar secara bergerombolan memangsakan kaum dhua fa dimana sepakterjangnya lebih ngeri daripada hukum di rimba belantara. Ketika kerbau dimangsa Harimau, kerbau te tap lari terbirit-birit walau hanya seekor harimau yang menge jarnya. Lebih aneh lagi domba, dimana tetap saja bermain dikawasan serigala dan tidak melawan sedikitpun ketika tu buhnya dilahap sang serigala.

Kaum dhuafa tidak seperti domba. Kerap kali muncul pemim pin dikalangan mereka. Ketika basyar memiliki power yang tidak dapat diimbanginya, Rimba dan gunung adalah ben teng yang paling ampuh untuk mengatur strateginya bagi pe juang kaum dhuafa. Inilah fungsi gunung dan rimba yang paling signifikan buat manusia Habil, untuk melindungi diri dari kekejaman manusia Qabil alis basyar. Apabila kaum dhuafa tidak memilih gunung dan rimba ketika hak azasinya diinjak-injak manusia Qabil, kaum dhuafa berobah statusnya menjadi domba. Justru itulah diberitahukan para ideolog bahwa yang sangat rugi di Akhirat kelak bukan saja manusia yang disim bolisasikan sebagai anjing, serigala dan tikus tapi juga domba.

Sebagaimana Allah telah mengklasifikasikan manusia di Akhi rat nanti kepada yang berwajah hitam muram dan putih berseri-seri, di Dunia juga para ideolog telah membagi manu sia kepada 2 klasifikasi, yaitu penindas dan yang tertindas. Realitanya sampai hari ini dapat kita saksikan bahwa manusia manusia penindas bersatu demi meraih "prestisnya" sementara korbannya manusia Habil yang tertindas bersatu berdasarkan nasib mereka, sama-sama merasa ditindas. Dalam realitanya juga kita tidak menafikan bahwa adanya kaum tertindas yang menohok kawan seiring. Orang tersebut termasuk kelas tertin das tapi memihak kepada penindas itu sendiri. Ini sebetulnya tipe manusia yang paling malang dalam hidupnya.

Ketika seorang kaum dhuafa yang dipaksakan kerja keras me mecahkan batu dipegunungan diangkat penindas sebagai mandornya, orang itu berobah sepakterjangnya terhadap ka wan senasib. Orang tersebut memperlakukan pekerja keras la innya seperti majikannya.

Ketika Suharto menindas kaum dhuafa dengan kendera an Golkarnya, kaum dhuafa membenci pegawai negeri disebabkan mereka dianggap sebagai golongan karya. Anehnya ada kaum dhuafa yang memihak golkar dise babkan ada anaknya yang pegawai negri atau pembo rong, padahal orang tersebut khatib mesjid. Ketika khatib ini menikmati kekayaan anaknya yang tidak halal itu, be liau serta merta memihak kaum mutakabbirun.

Kembali kepersoalan Koran Al-Ahram terbitan Mesir, mengundang orang orang beriman untuk berpikir siapakah mereka itu sebetulnya? Bukankah kita meragukan keislamannya ketika menganalisa sepakterjang mereka yang memihak pejabat rezim Zionis Israel. Apabila kita terus menganalisa kita juga mampu berpikir kenapa Israel yang sedikit jumlahnya dapat mengalahkan orang Arab yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan orang Israel. Sejak pertama sekali Israel melakukan interfensi ke Palestina takpernah mengalami keka lahan, kenapa? Dengan kata lain Saudi Arabiya, Mesir, Yordania dan Irak dengan mudahnya dikalahkan Israel, kenapa? Ketika Israel membombardir Libanon hingga hampir seluruh perumahan rakyat Libanon lenyap seketika, partai Hizbullah yang Syiah didikan Imam Khomaini itu tidak pernah lenyap. Mereka bangkit dengan serta merta menggempur tentara Israel dalam perang 33 hari hingga Israel luluhlantak dan mengaku kekalahannya, kenapa?

Seharusnya orang-orang yang kerapkali menuduh Syiah sebagai yahudi, dapat merenunginya hingga sadar justru orang tersebutlah yang secara tidak sadar telah menguntungkan yahudi dan melemah kan barisan Islam sendiri. Kemenangan Hizbullah atas Israel juga diiringi dengan pembangunan rumah rakyat Libanon secara gratis yang dibiayai RII, hingga AS kalap menuduh RII membiayai Hizbullah di Libanon, sedangkan mereka boleh membiayai Israel, betapa lugunya?

Ketika AS mengintervensi Irak, justru Saudi Arabia yang memberikan fasilitas tempat pemukiman serdadu as, kenapa? Masihkah kita mengira itu pemerintah Saudi Islam atau munafiqun. Ketika negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam mengusulkan agar menggunakan senjata petrodolar untuk melemahkan negara-negara pemasok senjata ke Israel justru Saudi yang duluan membantahnya agar tidak berhasil digunakan, kenapa? Sekarang negara pemasok senjata terbesar dari AS adalah Saudi Arabia dan Israel. Apakah beda Penguasa Arab dengan penguasa Israel? Rakyat di Negara-negara Arab tidak semuanya sama dengan penguasa, konon pula kalau mereka juga ditindas oleh penguasa sebagaimana penguasa Indonesia di jaman Suharto hingga jaman Yudhoyono menindas kaum dhuafa dalam system yang dhalim, hipokrit dan korrup itu..

Sepertinya sekarang ini tidak ada negara yang penduduknya beragama Islam berwibawa dimata Internasional kecuali RII, kenapa? Kalau anda tidak setuju dengan saya tolong tunjukkan mana negara yang berpenduduk Islam mayoritas, berwibawa dimata Internasional sekarang. Kenapa kita tidak mampu berpikir ketika dihadapkan pada suatu fenomena yang sangat menentukan? Apakah urat saraf kita sudah putus sebagaimana kata DR Hasan Muhammad Ditiro?

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di Ujung Dunia